Pendidikan

Dua Pertemuan, Satu Studi Kasus: Cara Sains Aktuaria UPER Belajar Mengukur Risiko Bersama Industri

Tertarik mengubah data dan probabilitas menjadi keputusan bisnis? Kenali Universitas Pertamina dan lingkungan belajarnya yang dekat dengan kebutuhan industri.

Di sektor energi, ketidakpastian ada di mana-mana. Karena itu, kemampuan mengenali dan mengukur risiko menjadi bagian penting dari setiap keputusan. Memahami seberapa mungkin sebuah risiko terjadi saja belum cukup. Perusahaan juga perlu tahu seberapa besar dampaknya agar mitigasi bisa disusun lebih terukur. Kebutuhan inilah yang diisi oleh ilmu aktuaria.

Sekilas tentang Ilmu Aktuaria

Aktuaria menggabungkan matematika, statistik, dan analisis probabilitas untuk memahami ketidakpastian secara kuantitatif. Hasilnya bukan tebakan, melainkan perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan. Pendekatan inilah yang diterapkan Program Studi Sains Aktuaria Universitas Pertamina (UPER) dalam kegiatan Implementasi Analisis Risiko Keuangan Berbasis Aktuaria bersama PT Sigma Cipta Utama pada 18 September 2026.

Pertemuan Pertama: Menemukan Masalah yang Tepat

Sebelum menghitung apa pun, tim UPER dan PT Sigma Cipta Utama berdiskusi lebih dulu. Tujuannya mengidentifikasi permasalahan mana yang cocok dianalisis dengan pendekatan aktuaria. Hasil diskusi itu kemudian dikembangkan menjadi studi kasus berdasarkan masalah dan data dari perusahaan.

Langkah ini sering luput dari perhatian, padahal menentukan kualitas seluruh analisis. Pertanyaan yang tepat akan mengarah pada jawaban yang berguna. Dengan cara ini, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diarahkan pada penerapannya dalam menghadapi persoalan nyata.

Pertemuan Kedua: Memaparkan Hasil di Hadapan Industri

Tahap berikutnya berlangsung di PT Sigma Cipta Utama. Tim UPER memaparkan hasil analisis yang mereka susun dari data perusahaan. Setelah itu, diskusi dilanjutkan dengan pendalaman materi manajemen risiko untuk melihat hubungan antara pendekatan aktuaria dan kebutuhan pengelolaan risiko di industri.

Di tahap inilah teori diuji. Hasil analisis tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga dari kegunaannya bagi praktik.

Apa Kata Ketua Program Studi?

Ketua Program Studi Sains Aktuaria UPER, Tasmi, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa kolaborasi dengan industri merupakan bagian penting dalam mengembangkan keilmuan aktuaria, khususnya untuk pengelolaan risiko di sektor energi. Menurutnya, studi kasus bersama industri membantu menghubungkan konsep di kampus dengan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Ia menyebut manfaatnya dirasakan dua pihak. Dosen dan mahasiswa mendapat pengalaman menerjemahkan persoalan industri ke dalam analisis risiko. Sementara itu, industri memperoleh perspektif tentang risiko yang dapat dihitung dan masukan untuk pengelolaan risiko ke depan.

Nilai Tambah untuk Mahasiswa

Pengalaman semacam ini membekali mahasiswa dengan:

  • kemampuan menerjemahkan masalah bisnis menjadi analisis kuantitatif,
  • kebiasaan mengambil kesimpulan berdasarkan data,
  • pengalaman mempresentasikan hasil kerja di hadapan praktisi,
  • pemahaman tentang bagaimana industri energi memandang risiko.

Terhubung dengan Agenda yang Lebih Luas

Kegiatan ini mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur lewat penerapan pengetahuan berbasis data untuk menjawab kebutuhan industri. Kegiatan ini juga selaras dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, serta riset dan inovasi.

Dalam semangat UPER Berdampak, kampus terus mendorong keterhubungan antara pendidikan, riset, dan kebutuhan industri. Penerapan analisis risiko berbasis aktuaria menjadi salah satu cara memperluas penerapan ilmu sekaligus menyiapkan sivitas akademika menghadapi persoalan nyata di sektor energi.

Siap Belajar dari Kasus Nyata?

Kalau kamu menyukai angka dan ingin ilmumu langsung terpakai di dunia industri, saatnya menyiapkan langkah pertama. Daftarkan dirimu melalui Pendaftaran Universitas Pertamina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *